Jumat, 28 November 2014



ESPECIALLY   FOR   YOU
Sesuatu yang kecil bisa menyelinap dan menghancurkannya dari dalam. Dan yang paling aku takut kan adalah, semuanya tejadi tanpa sempat kamu sadari.
Ironis rasanya mengetahui bagaimana seorang manusia biasa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yang besar. Namun dalam waktu yang sama mengetahui ada beberapa pasang manusia yang bisa hancur karena kerikil kecil.
Sepasang manusia yang akhirnya rela saling melepaskan genggaman tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati puluhan badai yang luar biasa besarnya berdua. Logikanya, sepasang manusia yang berhasil melewati badai berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerikil kecil. Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan logika.
Badai yang besar harusmya malu kepada kerikil kecil. Dan sepasang manusi yang kehilangan cinta hanya karena kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yang terbawa oleh angin badai.
Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta pasir yang senantiasa menyertai mereka.
Sebuah cinta, semestinya bisa lebih dilawan dari badai dan kerikil yang melanda.
Kepada kamu, genggam tanganku. Kita mulai semuanya dari awal, dan mencapai kebahagian kembali, kita langkahi kerikil kecil yang telah mengganggu kita.
.
.
.
.
Ia. Lekaki biasa yang mampu menyelinap dan menempati ruang sisi hatiku yang terdalam. Dulu, aku bahagia karna kau yang selalu hadir di hari-hari ku. Tak terhitung berapa lama aku menghabiskan waktu ku dengannya. Yang kutahu, aku sangat bahagia karna kehadiranmu dihidupku. Aku, Roro Nugroho akhirnya menjadi satu kesatuan yang begitu utuh, bersama lelaki itu, Indra Rizki Permana.
Kita lahir ditahun yang sama, hanya lingkungan yang menempatkanku diatasnya. Maksudku, aku dan dia berbeda dengan bulan kelahiranku. Aku yang lebih tua, dia yang lebih muda dariku 4 bulan. Tak ada salahnya bukan?
“KETIKA DIA BERBUAT SALAH, INGATLAH KEBAIKANNYA”
Terkadang, aku merasa kamu terlalu muda untukku. Memang, umur kita sama. Tetapi lingkungan yang membuat kita berbeda. Aku dengan pikiran dewasaku sedangkan kamu dengan pikiran ke kanak-kanakanmu. Kadang aku merasa letih dengan watakmu yang tak mampu aku ubah. Padahal aku sudah berusaha mengajarkamu, memberitahumu dan mengingatkanmu. Tapi kamu tetap dengan pola pikirmu. Aku hanya bisa memaklumi dan berharap kamu bisa merubah sedikit cara berfikirmu. Tidak harus sepertiku, tapi berubahlah sebagaimana semestinya.
Kita lalui hari-hari bersama. Tak mampu kujelaskan bagaimana perasaanku. Yang pasti, perasaan ini berbeda dari perasaan- perasaan sebelumnya dan ini adalah hal yang mungkin pertama kali aku rasakan. KAMU, membuat hidupku berbeda dan lebih berwarna. KAMU, merubah hidupku menjadi lebih indah. Bukan, bukan hanya sekedar lebih  indah namun jauh lebih indah tepatnya, Indra Rizki Permana.
Tapi sejak saat itu, hal indah yang kurasakan perlahan terkikis. Ketika aku mengetahui bahwa kamu belum terlalu nyaman denganku. Kata itu yang membuat otakku berputar lebih cepat dari seperti biasanya, aku memutar otakku agar aku menemukan cara untuk membuatmu nyaman seutuhnya dengan aku. Aku tak ingin mengeluh atas semuanya yang terjadi. Mungkin tuhan punya rencana lain, rencana yang lebih indah dari rencanaku dan ia lebih mengetahuinya segalanya daripada diriku. Maka aku persembahkan segalanya dan aku jalani apa yang harus kujalani. Hingga waktu yang tak dapat ditentukan.
Aku sangat beruntung mempunyai kekasih yang tak pernah meninggalkanku sepertimu, namun pada akhirnya kau yang pergi begitu saja meninggalkanku, karena kerikil kecil itu yang terus mengganggu pikiranmu selama ini. Namun, aku masih punya sahabat-sahabat yang selalu ada untukku.
Hari demi hari ku jalani. Kurasakan perbedaan dalam hubungan kita. Pertengkaran kita yang selalu datang, masalah besar apapun kecil, kenyamananmu kepada ku berkurang semakin harinya karna kerikil itu, hingga akhirnya kau merasakan tidak ada nya kecocokan dan kenyamanan untuk kita berdua lagi. Aku sangat memikirnya, rambutku yang mulai rontok, kepalaku yang setiap harinya merasakan sakit, dada ku yang sangat sesak, dan sakit hati yang sangat mendalam yang kurasakan. Tapi aku tak memperdulikan kondisiku, aku malah memikirkanmu yang tampak berbeda, hingga aku memberanikan diri, untuk selalu mengganggu mu lewat komunikasi supaya kau menyadari bahwa aku masih ada disini. Tapi kau malah memarahi ku dan menyuruhku untuk pergi meninggalkanmu sendiri, dengan cara kau meminta untuk beristirahat dalam hubungan kita ini. Ketika ku membaca pesan singkat itu, seketika aku tekatkan dalam diriku untuk selalu tersenyum dan kuat apapun masalah yang kita lewati. Bukan hanya untuk diriku, tapi untuk dirimu yang sudah menjadi bagian dari hidupku.
Tak terasa, kita telah menjalani semuanya bersama-sama selama 4 bulan 13 hari menuju 5 bulan. Kenangan yang tak mampu aku jabarkan dengan kata-kata. Yang ada, hanyalah air mataku yang bergulir mengalir melewati pelipis pipiku ketika aku mengingatnya. Hei, Indra Rizki Permana. Entah bagaimana caranya aku berterima kasih kepadamu. Untuk waktu dan perjuangan yang kamu berikan. Juga untuk kesetiaan dan cinta yang begitu amat besar. Terimakasih Indra Rizki Permana. Tinggal-lah semua kenangan kita selama ini. Maaf jika aku terlalu banyak membuatmu kecewa dan melakukan banyak kesalahan kepadamu. Aku titipkan segala hal yang aku sayangi dan impian masa depan kita bersamamu. Percayalah, aku menunggumu disini seperti pertama kali kita berkenalan dan aku menunggumu untuk menyatakan cinta kepadaku. Sampai bertemu lagi, Runaways.

THE END.

Senin, 26 Agustus 2013

Cinta

Cerita ini diceritakan oleh seorang pria bernama duel yang punya seorang adik wanita bernama rin. satu hari rin alami kecelakaan yang memicu ia koma untuk waktu yang lama.

pada hari ke dua sesudah rin alami kecelakaan, seorang pria seumuran rin datang menyaksikan rin. dari parasnya udah dapat kutebak bila namanya yaitu, zero pria yang kerap rin ceritakan kepadaku.

anu. . nama anda zero kan ? tanyaku padanya.
ya. . kenapa kakak dapat tahu namaku ? tanyanya heran.
rin kerap menceritakan perihal anda, apakah anda kekasih rin ?

sesudah diam sesaat ia menjawab “bukan. . saya sahabatnya. jujur saya miliki perasaan lebih pada rin. namun, hingga ia koma sekarangpun saya belum mengatakan kepadanya” ucapnya sembari menatap kearah rin yang terbaring koma.
kakak rasa rin juga miliki perasaan yang sama kepadamu zero
maksud kakak ?

selayaknya anda membaca diary yang rin catat ini ucapku sembari menyodorkan diary itu padanya.

sesaat saya menyaksikan zero yang membaca diary tersebut tampak sedih. terang saja, soalnya saya tahu, diari itu memuat perihal perasaan rin pada zero sepanjang ini.

sejak pas itu, zero tetap datang menyaksikan rin yang koma tiap-tiap hari. sampai-sampai kadang kadang saya menyaksikan dia lakukan tugas sekolah di ruangan rin. kerap kuintip dari segi pintu, zero memegang tangan rin sembari berkata sendiri tak tahu dengan siapa, namun saya diamkan saja gara-gara saya tahu zero layaknya itu untuk menghibur dirinya sendiri langkah'>melalui langkah berpikiran rin sudah sadar dari komanya.

sesudah tiga bln., pada akhirnya rin sadar dari komanya. tidak layaknya umumnya, pada hari di mana rin sadar zero tambah tidak datang. meski sebenarnya zero tidak dulu absent mendatangi rin sejak hari pertama ia datang meelihat rin. sesudah keadaan rin membaik, saya mulai menceritakan perihal apa yang berjalan sepanjang tiga bln. rin koma, terhitung perasaan serta tingkah zero sepanjang itu. saya suka menyaksikan rin mulai tersenyum disaat saya menceritakan perihal zero.

kakak tahu. . ? didalam keadaan enggak sadar saya tetap rasakan zero disisiku. kami mengobrol bersama-sama serta ia tetap beri dukungan supaya saya cepat pulih ucap rin padaku.

yahh barangkali saja apa yang ditunaikan zero sepanjang ini sudah menunjang rin supaya sadar dari komanya pikirku.

kata kakak, zero tetap datang tiap-tiap hari, namun kenapa saya tidak menyaksikan dia sekalipun hari ini. . ? bertanya rin heran.

kakak juga enggak tahu, barangkali zero ada kebutuhan yang enggak dapat dia tinggal. anda bersabar saja yahh jawabku. sebetulnya saya juga rasakan ada perihal yang aneh yang berjalan hari itu.

beberapa waktu sudah berlalu, rin udah tampak cukup sehat serta dapat jalan. tapi ia tampak amat sedih serta kecewa gara-gara zero tidak datang sekalipun sejak rin sadar dari komanya. akhinya siang itu saya memastikan untuk mengajak rin kerumah zero untuk menjumpai zero. dirumahnya kami menyaksikan seorang ibu yang tampak tengah menangis. dengan berkemauan kuat kami menanyainya :

permisi. . apakah ini tempat tinggal zero bu ? tanyaku pada ibu itu

tapi bukannya menjawab ibu itu tambah jadi tambah menangis serta tidak berapakah lama sesudah itu seorang wanita keluar serta mengajak kami supaya sedikit menjauh dari ibu itu.

anda rin kan. . ? bertanya wanita itu pada rin.
ya kak, zero mana ? mengapa saya enggak melihatnya ?

sesaat saya menyaksikan wanita itupun menangis serta masuk kembali kedalam tempat tinggal. lebih dari satu pas sesudah itu wanita itu keluar kembali serta menyodorkan sesuatu diari yang bertuliskan “untuk rin” dihalaman depannya. samar-samar disana saya menyaksikan bercak merah, tak tahu apakah itu saya juga belum tahu awal mulanya

beberapa waktu yang selanjutnya pas zero pulang dari menyaksikan rin layaknya umumnya. zero alami kecelakaan yang memicu pendarahan kritis pada kepalanya. tim medis tidak bisa membantu banyak serta pada akhirnya zero meninggal pada hari itu sembari memegang diary ini. ucap wanita itu yang bikin kami amat kaget. kontan saja rin yang saat itu terdiam segera menangis sembari berteriak nama zero. akupun yang tidak kuasa menyaksikan rin turut menangis gara-gara tidak menganggap hari itu yaitu hari paling akhir saya menyaksikan zero.

dengan berbekal alamat serta denah dari wanita tadi, kami mendatangi makam zero. disana kami memanjatkan doa. tapi rin yang saat itu tetap bersedih sekalipun tidak dapat menahan rasa tangisnya. di makam itu rin sesudah itu membuaka diari yang ia peroleh, di diari itu tertulis persaaan zero sepanjang tiga bln. rin koma. serta pada catatan paling akhir nya ada photo zero serta rin yang dibawahnya tertulis ya tuhan, bila kelak saya sudah tiada, tolong engkau jagalah ia untuku ya tuhan. pertemukanlah ia dengan lelaki lain yang dapat membuatnya tersenyum serta menyukai dan menjaganya dengan ikhlas sama layaknya yang saya kerjakan sepanjang ini